Foto Titik Api Diam Di Puncak Merapi

Titik api diam yang merupakan lava pijar sudah muncul di puncak Merapi. Hal ini menunjukkan adanya magma yang mendesak ke atas, Minggu(31/10).

Kepulan asap sulfatara membubung tinggi terlihat dari kawasan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten yang berjarak sekitar 7 km dari puncak. Pasca erupsi besar yang terjadi pada hari Sabtu dini hari telah meruntuhkan sebagian dinding kubah lava sisa erupsi tahun 2006. Erupsi saat ini dikhawatirkan akan meruntuhkan material Merapi sebanyak 7,5 juta meter kubik. Lubang kawah yang semakin lebar akibat runtuhnya dinding kawah yang semakin lapuk.

Beberapa titik api diam dan guguran lava pijar dengan jarak luncur yang pendek akan terus terjadi saat Merapi berstatus Awas. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi kembali mengingatkan kepada masyarakat bahwa aktivitas Gunung Merapi masih cukup berbahaya dan masyarakat diminta untuk tetap berada di luar radius 10 kilometer dari puncak.

“Energi yang tersimpan di Gunung Merapi ini tiga kali lipat lebih besar dibanding energi letusan pada 1997, 2001 dan 2006. Sehingga masyarakat harus tetap waspada dan menjauhi daerah berbahaya yang telah ditetapkan,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, karakter erupsi Gunung Merapi berbeda dengan karakter yang biasa ditunjukkan yaitu keluarnya awan panas yang kemudian diikuti munculnya titik api diam, lava dan kubah lava baru kemudian erupsi akan berhenti.

Namun, pada erupsi 2010, belum terbentuk kubah lava baru padahal Gunung Merapi sudah meletus sebanyak tiga kali yaitu pada 26 Oktober, 30 Oktober dan 31 Oktober.Letusan Gunung Merapi tersebut kembali membuat sejumlah daerah di sisi timur gunung terkena hujan abu vulkanik setelah pada letusan Sabtu (30/10) hujan abu mengguyur Kota Yogyakarta. Berdasarkan data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), letusan Gunung Merapi pada Minggu (31/10) diawali oleh gempa vulkanik tercatat terjadi pada pukul 14.28 WIB diikuti awan panas selama empat menit.

Pada pukul 15.16 WIB kembali terjadi awan panas letusan lima menit yang disertai suara dentuman dan gemuruh terdengar dari Pos Babadan dan Selo. Awan panas ke Kali Gendol yang terpantau dari Kaliurang. Getaran terasa di Babadan dan Selo.

Pada pukul 15.23 WIB kembali terjadi awan panas dengan intensitas sedang berdurasi tiga menit menuju Kali Lamat, Kali Senowo, Kali Krasak, dan Kali Gendol. Dari Pos Jrakah dilaporkan bahwa awan panas mengarah ke Kali Apu sejauh 1,5 km dan Kali Senowo sejauh 2 km.

Berdasarkan data aktivitas seismik Gunung Merapi yang terpantau hingga pukul 12.00 WIB, telah terjadi 93 kali guguran, 22 kali gempa multiphase, dan 17 kali gempa low frekuensi dan satu gempa tektonik.

“Munculnya lebih banyak gempa low frekuensi tersebut sebenarnya mengindikasikan bahwa magma sudah mulai naik ke permukaan yang kemudian diharapkan muncul kubah lava baru. Artinya cukup baik, tetapi ternyata hasilnya tidak, karena justru timbul letusan sore ini,” katanya.

Dan inilah foto-fotonya :




0 comments:

Related post