Menjamurnya band-band baru di tanah air

Melihat perkembangan musik di tanah air kita ini, ada sedikit perubahan. Kalo dulunya kita akrab dengan Dewa 19, Kla Project, Padi, Sheila On 7, dll. Sekarang banyak band-band baru yang langsung merangsek naik ke jajaran band-band papan atas dengan menggusur pendahulu-pendahulunya, walau hana bermodal single saja.

Hal ini menjadi kabar baik bagi band-band baru dan para penikmat musik. Karena mereka dapat menikmati musik dengan banyak pilihan dan selera. Namun demikian banyak juga band-band yang asal-asalan saja. Hal ini dikarenakan kualitas musik mereka yang pas-pasan, dan dandanan mereka tidak sesuai dengan genre lagu yang mereka nyanyikan.

Sering kali saat saya nonton tv, saya menjumpai banyak band-band baru yang bermunculan. Ada yang lagunya keren, bagus, enak didengar, dan juga yang asal-asalan atau cuma modal nekat. Dengan bermodal single saja sudah berani membuat video klip dengan model selebritis terkenal. Mungkin hal itu termasuk dalam cara pemasaran lagu-lagu mereka. Dan itu sah-sah saja. Tapi dengan menjamurnya band-baru ini, tapi tidak disertai dengan kualitas musik mereka, saya kira mereka (band-band asal-asalan) akan lenyap begitu saja dan tidak akan bertahan lama.

Memang semuanya berdasarkan selera penikmat musik itu sendiri. Tapi jika tidak disertai dengan kualitas bermusik, itu sama saja dengan pemerosotan belantika musik di tanah air.


READ MORE - Menjamurnya band-band baru di tanah air

Ada apa dengan kaum terpelajar?

Dunia ini semakin lama semakin berkembang, ilmu dan teknologi juga berkembang pesat. Setiap orang di haruskan untuk mengenyam pendidikan, setinggi-tingginya bahkan. Pendidikan sangatlah penting untuk modal meraih cita-cita dan masa depan.

Sungguh indah bukan, apa yang menjadi visi pendidikan di atas? Tapi, semakin pandai seseorang, bukan semakin baik dan bijak orang tersebut, melainkan semakin bobrok moral mereka.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Saya sering membaca berita di surat kabar dan menonton di televisi. Sering saya jumpai perilaku-perilaku para pelajar ini aneh-aneh dan menyimpang. Sebagai contoh : mereka tak canggung untuk mencoba yang namanya narkoba, miras, free sex, balapan liar, tawuran dan bahkan tindak kriminal. Apa yang mereka pikirkan? Apakah mereka tak peduli lagi dengan masa depan mereka? Apakah mereka tidak kasihan pada orang tua mereka yang banting tulang untuk menyekolahkan mereka dengan harapan mereka dapat menjadi orang yang berguna di masyarakat?.

Di internet banyak beredar video-video mesum para pelajar, aksi-aksi kekerasan, baik pelajar SMU maupun para mahasiswa. Bahkan saya pernah mendengar berita ada anak SD kelas 6 memperkosa adik kelasnya yang beru kelas 3!! Bayangkan!! Salah siapakah ini?

Ada apa dengan kaum terpelajar kita? Inikah gambaran masa depan bangsa kita? Kemaren saya juga melihat berita di televisi mengenai kelulusan siswa. Seperti biasa mereka melakukan konvoi dan coret-coret. Tapi masalahnya adalah mereka melakukannya dengan brutal!! Bahkan ada seorang ibu dan anak balitanya terserempet yang mengakibatkan mereka berdua shock berat. Dan lagi ujung-ujungnya terjadi tawuran antar pelajar, padahal sebentar lagi mereka akan masuk ke perguruan tinggi, tapi malah berada dibalik jeruji besi.

Yah.. saya sangat prihatin dengan apa yang terjadi, saya semakin takut nanti anak saya akan menjadi seperti itu di masa mendatang. Memang perlu pengawasan ektra, tapi itu tidaklah cukup. Saya rasa mendidik moral mereka dengan baik dan menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis adalah kunci dimana mereka akan merasa nyaman dirumah dan akan menunjang pembentukan karakter mereka. Mereka tidak akan mencari hal-hal yang aneh-aneh diluar tapi mereka akan bijak dalam menentukan komunitas mereka.


READ MORE - Ada apa dengan kaum terpelajar?

Pendidikan dan Televisi

TV, ya televisi, semua orang tahu itu. Saya punya televisi, dan saya sangat suka menonton televisi, apalagi acara-acara favorit saya. Televisi adalah media yang bertujuan untuk menghibur.

Tapi maaf, saya tidak menulis artikel tentang televisi itu sendiri lebih jauh, melainkan acara yang ada didalamnya. Seperti yang anda ketahui bahwa tidak semua acara televisi yang ditawarkan oleh stasiun-stasiun televisi itu baik dan mendidik. Apalagi untuk anak-anak yang rawan sekali untuk mudah terpengaruh dengan apa yang dia lihat.

Banyak acara-acara yang ditawarkan, seperti berita, olahraga, film, reality show, komedi situasi, kuis, flora dan fauna, musik show, dan (jujur nih.. yang paling saya benci) sinetron. KIta tinggal pilih dan saring lebih lagi, manakah yang menghasilkan sesuatu bagi anda, dalam hal ini adalah pendidikan.

Setiap kali saya pulang kerja, saya selalu mendapati televisi di rumah saya menyala. Dan tentulah ada yang menonton pada saat itu. Saya sering menjumpai bibi saya yang terpaku di depan televisi, kadang seirus, kadang asyik sendiri. Itu berulang-ulang. Pada awalnya saya tidak peduli dengan apa yang ia tonton, saya kira ya biasalah.

Tapi, lama kelamaan, sikapnya menjadi aneh, agak gimana gitu. Saya coba perhatikan pola hidupnya (survey ini ceritanya). Apa yang selalu ia tonton itu sepertinya mempengaruhi dia, dan saya rasa dia tidak mendapat sesuatu apapun dari apa yang ia tonoton. Coba tebak, apakah yang ia tonton? SINETRON!!!.

Ya ampun, sungguh terlalu. Saya sudah mendapatkan jawabannya, ya layaklah dia seperti itu. Sebab bagi saya (menurut penilaian saya secara pribadi), sinetron itu mayoritas tidak ada unsur pendidikannya sama sekali. Saya sering menjumpai unsur-unsur seperti : dendam, iri hati, kepahitan, amarah, perebutan kekuasaan atau harta warisan, hubungan terlarang, kata-kata kotor, pembunuhan, penculikan, KDRT, pornografi, dll. Belum lagi kualitas cerita, gambar, akting para aktor maupun artisnya. Bayangkan jika anak-anak melihat semua ini, apa jadinya anak-anak kita kelak? Bukan ilmu yang didapat tapi moral mnenjadi rusak.

Saya lebih senang acara-acara seperti flora dan fauna, kisah-kisah sukses seseorang dan tips-tipsnya, berita-berita (bukan gosip), dan acara-acara yang mendidik lainnya. Kita bisa mendapat ilmu sekaligus wawasan kita lebih luas.

Saya tidak menyudutkan sinetron, tapi seperti itulah yang saya lihat dan itu kenyataan. Seandainya ceritanya diubah dan digarap dengan baik dengan dukungan aktor maupun artis juga kualitas gambar yang memadai, maka saya akan akan menghasilkan perubahan yang signifikan. Ceritanya tidak hanya seperti itu-itu saja, monoton dan mudah ditebak, sepertinya kehabisan ide cerita bahkan diputar berulang-ulang.

Saya berharap negara ini maju dalam hal pendidikan, semua berperan penting dalam hal ini, terutama medianya, seperti radio, surat kabar, buku, majalah, dan televisi. Kalau yang ditawarkan didalamnya adalah hal-hal yang bermutu dan berkualitas, tidaklah mungkin setiap orang yang melihat, membaca dan mendengarnya akan berubah menjadi pribadi yang berkualitas, baik moralitas maupun secara intelegensinya.


READ MORE - Pendidikan dan Televisi

Antara belajar, berbagi dan bisnis

Suatu kali rekan kerja saya menayakan perihal mengapa saya membuat blog, katanya "apa tema dari blogmu itu dan apa tujuan kamu bikin blog itu?". Aku menjawab, "Aku ingin blogku ini menjadi berkat bagi orang lain, karena itu aku buat dengan tema rohani". Dan kebetulan aku memang mempunyai banyak artikel tentang rohani yang tinggal aku salin saja ke blog.

Kemudian aku balik bertanya kepadanya, "trus, kamu sendiri ngapain buat blog?". Dia menjawab, "aku bikin buat bisnis, lumayan bisa dapet duit, mumpung internet gratis... hehehe". Saat itu aku tidak pernah terpikir untuk berbisnis di internet, karena aku pikir semua itu palsu atau rekayasa belaka untuk menarik minat para pengunjung.Dan waktu itu juga aku hanya ingin berbagi berkat dengan para blogger lewat artikel dan tulisanku. Memang benar apa yang aku harapkan lewat blog tercapai, saat aku memasang widget yahoo messenger pada blog, ada beberapa blogger yang mangajak aku chat dan ngobrol tentang banyak hal. Dan aku senang sekali, aku merasa menjadi lebih bersemangat untuk mempercantik blog dan ingin segera menulis artikel yang baru. Akhirnya bisa berbagi berkat dengan mereka, belajar banyak hal dan aku sungguh dikuatkan dengan hal itu.

Tapi lama-kelamaan, seiring waktu yang terus berlalu, aku mulai kehabisan ide dan bosan. Aku menjadi malas untuk update. Rasa bosan menguasaiku. Dan saat aku melihat rekan kerjaku, aku merasa heran, dalam hati aku bertanya, "kok bisa ya, tiap hari terus menulis tanpa rasa bosan, mengutak-atik blog gak jemu-jemu?". Pertanyaan itu selalu menghantuiku, tapi aku enggan menanyakannya langsung kepada mereka.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya, dan salah satu alasan mereka tetap eksis dengan blognya adalah dollar!!. Sebelumnya aku tidak pervcaya dengan hal itu, tapi kemudian mereka membuktikan bahwa mereka mendapatkan apa yang mereka tabur, yaitu dollar (tentunya sudah dalam bentuk rupiah di rekening mereka). Aku tercengang. Lagi-lagi aku bertanya dalam hati, "kok bisa ya?".

Dan hal tersebut membuka mataku, bahwa memang berbisnis di internet itu ada. Dan uangnya juga kenyataan (tapi tetap berhati-hati). Pikiranku mulai bercabang. Bagaimana aku bisa seperti mereka?. Aku mulai putar otak. Sampai akhirnya aku mendapat ide tentang bagaimana aku bisa belajar, berbagi dan berbisnis.

Aku mencoba mendaftarkan blogku ke situs-situs seperti blog review dll. Hanya bertujuan sembari aku berrbagi berkat, tentunya aku juga mendapatkan berkat yang berupa dollar. Aku mencoba kerjasama dengan temanku soal bisinis tersebut dan pastilah hasilnya dibagi dua. Dia setuju dan kita mencapai kata sepakat. Selang sebulan aku mendapat berita dari dia bahwa aku mendapat Rp 90.000,-. Lumayan untuk pemula. Tapi hal itu sudah sangat memuktikan bahwa bisnis di internet itu nyata meski melalui dunia maya.

Aku tidak mengesampingkan tujuan awalku membuat blog, tapi aku hanya melebarkan sayapku. Sambil menyelam minum air. Aku bisa belajar banyak dari internet mengenai banyak hal yang positif, aku bisa berbagi berkat melalui blog dan tentunya aku bisa meraup keuntungan dari bisinis di dalamnya. Tidak ada salahnya kita mencoba, asalkan semuanya itu mendatangkan hal yang positif bagi kita dan orang lain.


READ MORE - Antara belajar, berbagi dan bisnis

Porno memang jago

Saya seorang blogger, meski bukan termasuk blogger sejati. Ketika saya mulai ngeblog bersama teman-teman satu kantor, motivasi pertama saya adalah iseng. Tapi lama kelamaan jadi mulai menyukai dan menjadi kegiatan pokok setiap hari.

Untuk meningkatkan page rank (komponen penting dalam blogging), maka saya harus melakukan blog walking dan meng-up date postingan (meski tidak setiap hari). Kebetulan teman satu kantor saya juga membuat blog, dan tema-nya berbeda dengan blog saya. Sampai suatu ketika teman saya bertanya, "bagaimana ya... meningkatkan page rank dengan cepat?".

Sampai-sampai mereka ikut "surfing" untuk mengejar page rank tinggi. Dan banyak lagi cara untuk mendapatkan itu. Setelah berbagai cara dilakukan, suatu ketika kami browsing di google insights, kami mendapatkan sebuah jawaban. Memang banyak cara untuk mendapatkan page rank tinggi, tapi hal ini sangat penting di antara cara-cara yang lain tersebut. Jawaban itu adalah memposting peristiwa yang baru terjadi dan lagi hangat-hangatnya (termasuk tulisan, gambar, dan tokoh-tokoh yang bersangkutan).

Dan akhirnya kami berlomba-lomba untuk itu, namun ketika kami melihat ke permasalahan yang terjadi, yang paling banyak adalah sesuatu hal yang berbau pornografi. Contoh video atau foto porno artis maupun skandal pejabat dll. Berita-berita yang lain boleh jadi hot tread, tapi seiring berjalannya waktu berita itu akan memudar dan tidak lagi diminati, tetapi kalau hal-hal yang berbau porno, pasti tahan lama dan selalu dicari.

Entah apa yang dicari oleh orang-orang di dunia maya, tetapi konten-konten berbau porno tetap diminati banyak kalangan. Porno memang jagoan. Mengalahkan konten-konten rohani, berita, olahraga, politik, bahkan hal yang baru menjadi trend saat itu. Meski kadang konten tidak selalu diatas, tetapi konten-konten porno tetap banyak peminatnya, bahkan semakin bertambah saja. Siapa yang salah? Internet? Blog? Atau moral manusia itu sendiri?. Apapun itu, kita tidak bisa memungkiri kalau porno memang jago, judulnya menggoda sedikit saja, pasti langsung banyak "lalat" yang hinggap didalamnya. Tak peduli yang diposting isinya tidak sesuai dengan judulnya, tetapi yang penting sudah menarik bagi orang lain yang mau membuka page kita.

Apakah anda tertarik untuk membuat situs porno? Dijamin pengunjungnya pasti banyak, apalagi kalau mau di up date. Tapi saya sarankan, jangan merusak moral anda hanya untuk kesenangan sesaat. Jika anda seorang blogger, buatlah blog anda bermanfaat bagi orang lain, tanpa harus mengandung konten porno di dalamnya. Bagaimana dengan anda?


READ MORE - Porno memang jago